A.
Judul :
PLASMOLISIS
B.
Tujuan :
-
Mengetahui pengertian
plasmolisis
-
Mengetahui proses terjadinya plasmolisis
C.
Dasar Teori :
Sebelum
plasmolis
Setelah plasmolisi
![]() |
Jika sel tumbuhan
diletakkan di larutan garam terkonsentrasi (hipertonik), sel tumbuhan akan kehilangan air
dan juga tekanan turgor, menyebabkan sel tumbuhan lemah.
Tumbuhan dengan sel dalam kondisi seperti ini layu. Kehilangan air lebih banyak
akan menyebabkan terjadinya plasmolisis: tekanan terus berkurang sampai di
suatu titik di mana protoplasma sel terkelupas dari dinding sel,
menyebabkan adanya jarak antara dinding sel dan membran. Akhirnya cytorrhysis
- runtuhnya seluruh dinding sel - dapat terjadi. Tidak ada mekanisme di dalam
sel tumbuhan untuk mencegah kehilangan air secara berlebihan, juga mendapatkan
air secara berlebihan, tetapi plasmolisis dapat dibalikkan jika sel diletakkan
di larutan hipotonik. Proses sama pada sel hewan disebut krenasi. Cairan
di dalam sel hewan keluar karena peristiwa difusi.
Plasmolisis hanya terjadi pada kondisi
ekstrem, dan jarang terjadi di alam. Biasanya terjadi secara sengaja di
laboratorium dengan meletakkan sel pada larutan bersalinitas tinggi atau
larutan gula untuk menyebabkan ekosmosis, seringkali menggunakan tanaman Elodea atau sel epidermal bawang yang memiliki pigmen warna sehingga
proses dapat diamati dengan jelas.
Peristiwa plasmolisis dapat
diterangkan sebagai berikut : apabilaa
sel yang mempun yai vakuola besar diletakan didalam larutan gula atau
garam yang pekat atau hipertonis terhadap cairan sel tumbuhan ( cairan sel
setara dengan 0,98% NaCl ). Maka terjadi pengaliran air dalam vakuola sel
keluar. Akibatnya dinding sel yang semula, tegang dan terbentang kemudian akan
mengerut, sehingga volume dari sel dan juga volume dari vakuola menjadi
berkurang. Karena dinding sel mempunyai batas elastisitas maka pada akhirnya
dinding sel tidak dapat mengecil lagi dan plasma terlepas dari dinding sel,
karena plasma masih dapat mengikuti mengecilnya vakuola, dan pelepasan plasma
ini biasanya di mulai dari sudut-sudut sel.
D. Alat
dan bahan :
1. Alat :
- Mikroskop
- Pipet tetes
- Silet
- Tabung reaksi
- Gelas kimia
- Pengaduk
2. Bahan :
- Nacl
- HCL
- Aquades
- Daun bunga lidah mertua
- Akar kelapa
- Batang
E. Cara kerja :
-
Menyiapkan 2
buah tabung reaksi yang masing-masing berisi larutan Nacl dan HCL.
-
Membuat beberapa
sayatan epidermis bawa bunga lidah mertua tersebut. Usahakan menyayat hanya
selapis sel saja.
-
Memeriksa di
bawah mikroskop, apakah sayatan cukup refresentatif.
-
Masukan sayatan
kedalam masin-masing tabung tersebut di atas ( jadi buat 2 syatan epidermis)
-
Membiarkan
iarkan preparat tersebut selama 30 menit pada masing-maing larutan lalu periksa
di bawah mikroskop dengan setetes larutan dimana sayatan tadi di simpan (ambil
sayatan dengan menggunakan pipet)
-
Mengamati
masing-masing preparat tersebut dan menggambar masing-masing perbedaan tersebut
dari ke dua sel-sel epidermis tersebut,
F.
Pembahasan :
Dalam
praktikum plasmolisis hal yang pertama kami lakukan adalah memepersiapkan alat
dan bahan, dalam hal ini kami menggunakan mikroskop dengan tujuan melihat
perubahan sel yang terjadi, bahan yang kami gunakan adalah daun bunga lidah
mertua, akar kelapa (Cocos nucifera),
larutan Nacl, HCL, dan aquades. Sebelum membuat sayatan pada daun lidah mertua
terlebih dahulu kami membuat larutan yakni larutan HCL dan aquades, dalam hal
ini 10 ml HCL tersebut kami larutkan dalam 20 ml aquades, setelah kedua larutan
tersebut disatukan kami mengaduk larutan tersebut hingga tercampur dengan baik,
setelah larutan tersebut tercampur kami masukan ke dalam tabung reaksi sebanyak
10 ml. setelah larutan tersebut siap
kami membuat sayatan pada daun lidah mertua setipis mungking, setelah melakukan
sayatan pada daun lidah mertua kami amati sayatan tersebut pada mikroskop
hingga terlihat sel dan jaringan pada daun tersebut, setelah kami mengamati
daun tersebut pada mikroskop kami masukan kedalam larutan HCL dan aquades dan
kami biarkan selama 30 menit, setelah 30 menit kami angkat sayatan tersebut
dengan menggunakan pipet, setelah itu kami amati kembali hingga terlihat
perubahan pada dinding sel. Dalam hal ini perubahan yang terjadi adalah protoplasma sel terkelupas
dari dinding sel,
menyebabkan adanya jarak antara dinding sel dan membran. Akhirnya cytorrhysis
- runtuhnya seluruh dinding sel - dapat terjadi.
Selanjutnya
pada akar kelapa kami melakukan hal yang sama seperti pada daun lidah mertua,
untuk melihat perubahan sel yang terjadi.
G. kesimpulan :
-
plasmolisi merupakan
dasar pengetahuan yang digunakan dalam usaha mendapatkan suatu senyawa yang
terdapat dalam jaringan tumbuhan (ekstraksi).
-
Peristiwa
plasmolisis dapat diterangkan sebagai berikut : apabilaa sel yang mempun yai vakuola besar diletakan
didalam larutan gula atau garam yang pekat atau hipertonis terhadap cairan sel
tumbuhan ( cairan sel setara dengan 0,98% NaCl ). Maka terjadi pengaliran air
dalam vakuola sel keluar. Akibatnya dinding sel yang semula, tegang dan
terbentang kemudian akan mengerut, sehingga volume dari sel dan juga volume
dari vakuola menjadi berkurang. Karena dinding sel mempunyai batas elastisitas
maka pada akhirnya dinding sel tidak dapat mengecil lagi dan plasma terlepas
dari dinding sel, karena plasma masih dapat mengikuti mengecilnya vakuola, dan
pelepasan plasma ini biasanya di mulai dari sudut-sudut sel.
DAFTAR PUSTAKA
Tjitrosoepomo, Gembong. 2007. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta : universitas gajah mada.
Mustapa, adam dan Hasan, hamsidar. 2011. Penuntun praktikum botani. Gorontalo :
universitas negri gorontalo.
Diakses 10 oktober 2010


Is JackpotCity the best online casino site? - ChoE Casino
BalasHapusJackpotCity offers the 온카지노 biggest selection of slots, video poker, blackjack, roulette and baccarat on the site. 메리트 카지노 쿠폰 You can play various choegocasino games on a